Hati-hati Gejala Mirror Syndrome Hampir Mirip dengan Preeklampsia

Mirror syndrome merupakan salah satu gangguan kehamilan yang jika terjadi harus segera diatasi, karena dapat mengancam jiwa ibu hamil dan janinnya. Gangguan kehamilan seperti mirror syndromeini terhitung langka dan jarang terjadi.

Namun penyakit ini akan sangat fatal untuk ibu hamil dan janinnya. Mirror syndrome memiliki gejala yang mirip dengan preeklampsia. Secara kasat mata gejala ini dialami oleh ibu hamil dengan adanya pembengkakan khususnya di kaki, tekanan darah naik dan sering mengalami pusing.

Sedikit perbedaannya mirror syndrome adalah syndrome yang menyerang dua pihak yaitu ibu dan janinnya. Sedangkan preeklampsia terjadi pada ibu dan berpotensi mengancam janin jika ibu hamil tidak mengontrol tekanan darah dan asupan protein.

Mirror syndrome adalah adalah suatu kondisi dimana janin dan ibunya mengalami pembengkakan karena kelebihan cairan. Mirror syndrome umumnya dipicu karena mengalami preeklampsia, itulah sebab dari kemiripan gejalanya, namun implikasinya berbeda.

Apa Sih Mirror Syndrome Itu? | KASKUS
source gambar : kompas.com

Dalam jurnal Charite Medical Departement of Obstetrics, Universitas Berlin, Jerman,  Thorsten Braun mengatakan mirror syndrome memiliki resiko kematian hamil yang tinggi, yakni 67,2%. Sedangkan usia kehamilan yang rentan terjadi mirror syndromeadalah 27 minggu ( sekitar 6-7 bulan usia kandungan). Kondisi pembengkakan yang terjadi dalam mirror syndrometerjadi di tiga titik utama, yaitu pada ibu, plasenta dan janin.

  • Gejala-gejala Mirror Syndrome
  1. Berat badan meningkat drastis dalam waktu yang singkat
  2. Tekanan darah meningkat
  3. Anemia ringan dan hemodilusi
  4. Albuminuria dan proteinuria ( kelebihan protein pada urin)
  5. Peningkatan asam urat dan kreatinin
  6. Peningkatan enzim pada hati
  7. Sakit kepala dan gangguan penglihatan
  • Diagnosa Mirror Syndrome

Untuk dapat membedakannya, perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh ahli agar diketahui apakah ibu hamil mengalami mirror syndrome atau preeklampsia. Pada beberapa kasus, mirror syndromemuncul dalam tes darah melalui hemodilusi.

Hemodilusi adalah suatu kondisi dimana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah. Itu terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam tubuh.

  • Penanganan Mirror Syndrome

Karena kasus mirror syndrome jarang terjadi, penanganannya pun bervariasi tergantung pada situasi yang terjadi. Penanganan yang dilakukan bergantung pada penyebab yang mendasari hidrops janin serta tingkat keparahan preeklampsianya.

Hidrops janin adalah kondisi dimana terdapat penumpukan cairan pada organ janin terutama di organ paru-paru, jantung dan perut janin. Jika penyebabnya diketahui dan dapat diobati, mengobatinya dapat meringankan gejala mirror syndrome bagi ibu dan janinnya.

Dalam kasus lain, jika ibu hamil mengalami mirror syndromedan tingkat preeklampsianya parah satu satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan mengeluarkan janin dengan segera. Jika usia janin belum matang, maka ibu akan melalui persalinan prematur.

Persalinan prematur dapat dilakukan dengan pemberian obat yang merangsang persalinan atau dengan operasi Caesar. Setelah bayi lahir, dokter akan melakukan tindakan pada bayi untuk mengeluarkan kelebihan cairan pada bayi.

Selain itu dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk mencegah gagal jantung dan membantu ginjal membuang kelebihan cairan tubuh. Selanjutnya bayi akan mengalami perawatan secara intensif di neonatal intensive care unit (NICU).

  • Pencegahan Mirror Syndrome

Mirror syndromesulit untuk dicegah. Pencegahan terbaiknya adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan rutin ke dokter kandungan. Pemeriksaan kehamilan bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan janinnya, serta mendeteksi lebih dini bila ada kelainan baik pada ibu maupun janin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *