Mobil Murah & Irit

Mobil Murah & Irit

Selamat Datang Mobil Murah & Irit

Selamat Datang Mobil Murah & Irit

rumahberita.my.id-Salah satu kisi jawaban sudah terkuak sejak pemerintah merilis program mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC).

Program yang dibahas bersama para pabrikan ini kemudian berkembang lagi menjadi proyek emisi rendah alias low emission carbon project (LECP), yang memayungi semua program pengembangan mobil hijau, baik LCGC, hybrid, gas, biofuel, diesel, maupun mobil listrik.

Untuk mewujudkan proyek itu, pemerintah menawarkan insentif berupa pengurangan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang regulasinya masih terus digodok dan diharapkan terbit akhir tahun ini.

Sejak ide LCGC mencuat, para pabrikan diam-diam membuat konsep pengembangan kendaraan yang diyakini bakal booming tersebut. Mereka pun berani berinvestasi secara besar-besaran, meskipun pemerintah belum jugamenerbitkan aturan yang jelas mengenai program itu.

Agen tunggal pemegang merek yang didukung prinsipal yakin pasar domestik terus melaju. Indikasinya cukup jelas, penjualan mobil rata-rata tumbuh dua digit dan diprediksi tembus 1 juta unit tahun ini.

Beberapa ATPM yang siap mengembangkan LCGC, di antaranya Toyota, Daihatsu, Nissan, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki. Toyota dan Daihatsu kembali berkolaborasi menciptakan konsep LCGC dan Nissanmenggulirkan kembali Datsun untuk bermain di segmen ini.

Beberapa Mobil Murah dan Irit

Honda menjajaki pasar dengan meluncurkan Brio, demikian pula Mitsubishi yang mengandalkan Mirage untuk mencuri pangsa pasar. Adapun Suzuki jauh-jauh hari sudah menyatakan siap bertarung di segmen ini.

Dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 yang digelar di Jakarta Expo Kemayoran pada 20-30 September, konsep LCGC yang hampir menjadi kenyataan itu siap disuguhkan ke publik.

Toyota dan Daihatsu, misalnya, memperkenalkan model LCGC hasil kolaborasi mereka yang dirintis sejak 2 tahun lalu. Model itu diperkirakan menjadi benchmark di pasar LCGC, berkaca pada kesuksesan hasil kolaborasi mereka sebelumnya, yakni Avanza-Xenia dan Rush-Terios.

Daihatsu bahkan sudah membuka tabir konsep LCGC dalam IIMS 2011, yang kala itu mereka sebut A-Concept. Mobil inilah yang menjadi benih LCGC Daihatsu yang akan diproduksi secara massal dengan nama Ayla.

Adapun LCGC Toyota yang sebelumnya disebut-sebut diilhami model Etios dan Aygo (Agia) siap mengandalkan produk kolaborasi tersebut. Mobil bermesin 1.000 cc tiga silinder itu diklaim merupakan kreasi anak bangsa dan diciptakan khusus untuk pasar Indonesia.

Ramah Lingkungan

Selain LCGC, proyek emisi rendah yang dicanangkan pemerintah diyakini memacu pasar mobil hijau alias ramah lingkungan dari beragam teknologi, seperti hybrid, gas, diesel, dan listrik. Berdasarkan LECP, mobil beremisi rendah akan mendapatkan insentif berupa diskon PPnBM. Konsepnya, makin rendah emisi, diskon PPnBM makin besar.

Konsep ini berbeda dengan LCGC yang menetapkan batasan minimum penggunaan bahan bakar minyak 20 km atau 22 km per liter. Artinya, setiap mobil yang menghabiskan 1 liter BBM untuk jarak tempuh minimum 20 km akan mendapatkan insentif.

Dengan demikian, konsep LECP juga membuka peluang bagi ATPM untuk bermain di segmen menengah ke atas. Merek premium, seperti BMW, Mercedes Benz, dan Lexus, bisa menikmati diskon PPnBM jika mengembangkan mobil beremisi rendah, seperti hybrid, commonrail , ataupun fuelcell.

Produsen lokal yang kini mengembangkan mobil listrik pun bisa memperoleh insentif tersebut sebab regulasi LECP tentunya tidak bersifat diskriminatif. Dari berbagai teknologi itu, mobil listrik diperkirakan memiliki masa depan cerah karena emisinya sejauh ini paling rendah dibandingkan teknologi lain.

Kini, tinggal keseriusan pemerintah menggulirkan paket kebijakan yang mumpuni sehingga mampu menyedot investasi dan memacu pertumbuhan pasar otomotif nasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published.