New Fortuner VNT

New Fortuner VNT

Grand New Fortuner VNT Intercooler-Makin Bertenaga

 

Grand New Fortuner VNT Intercooler-Makin Bertenaga

 

rumahberita.my.id-Setelah lama dinantikan, Toyota akhirnya merilis Grand New Fortuner VNT pada 8 Agustus 2012.

Fortuner VNT memang merupakan pengembangan Hilux VNT yang sudah meluncur di Negeri Gajah Putih itu sejak 2 tahun lalu. Bedanya, Fortuner VNT mengusung mesin D-4D berkapasitas 2.000 cc, sedangkan Hilux VNT dipersenjatai mesin 3.000 cc.

Meski terlambat, kehadiran Fortuner VNT dianggap tepat. Pasalnya, persaingan di segmen SUV kini makin ketat setelah sejumlah agen tunggal pemegang merek merilis produk andalan mereka sejak awal tahun ini.

Mitshubusi Fortuner

Fortuner VNT ibarat kartu truf yang sudah disiapkan Toyota untuk memukul balik serangan merek lain. Sebut saja Mitsubishi yang mengerahkan Pajero dan Outlander, Mazda dengan CX5, Chevrolet Captiva, dan Honda yang siap menggebrak melalui All New CR-V.

Pabrikan Korea bahkan tidak ketinggalan merilis SUV terbaru mereka, misalnya Hyundai Tucson dan Santa Fe serta Kia Sportage Platinum.

Bagi pecinta SUV, Fortuner diesel lama dinilai kurang bertenaga karena ’hanya’ mampu menyemburkan daya maksimum 102 ps pada putaran 3.600 rpm dengan torsi 26,5 pada putaran 1.600-2.400 rpm. Alhasil, Toyota pun tidak berani menyandangkan transmisi otomatis pada model tersebut.

Kini, Fortuner mengusung beberapa fitur baru yang diklaim menjadi key selling point. Salah satunya adalah mesin baru 2KD-FTV VN Turbo, yang menggantikan mesin lama 2KD-FTV. Dengan perubahan mesin itu, tenaga Fortuner VNT melejit menjadi 144 ps dan torsi naik hingga 35 sehingga respons dan akselerasinya pun menjadi lebih baik.

Untuk membuktikan kemampuan Fortuner VNT, PT Toyota Astra Motor selaku ATPM Toyota mengajak beberapa wartawan Ibu Kota melakukan test drive di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 3-5 September 2012.

Delapan unit Fortuner langsung digeber menyusuri Pulau Lombok nan eksotis dan memiliki lansekap yang menantang. Kami diajak menyusuri garis pantai Lombok, mulai dari Pantai Kuta hingga kaki Gunung Rinjani dengan jalan yang berkelok dan naik turun.

Tetap Bertenaga

Perbedaan dengan model lama sangat terasa ketika Fortuner diajak menanjak pada rpm rendah, lalu dipacu lagi ketika menurun pada jalan datar. Nyaris tidak ada perbedaan tenaga yang berarti antara rpm tinggi dan rendah. Mobil bertransmisi otomatis yang saya tunggangi pun tetap bertenaga.

Dadi Hendriadi, Technical Service Division Head TAM, yang ikut serta dalam test drive itu, menjelaskan respons dan akselerasi Fortuner maksimal karena VNT alias variable nozzle turbo pada mesin 2KD-FTV bekerja lebih produktif.

VNT fungsinya sama dengan kerja turbocharger, yakni memperkaya jumlah oksigen yang masuk ruang bakar agar pembakaran menjadi sempurna. Tambahan oksigen ini disedot dari luar. Pada Fortuner VNT udara masuk melalui engine scoop yang berfungsi sebagai intercooler.

Turbocharger terdiri dari kompresor yang bertugas menyedot dan mendorong udara ke ruang bakar. Kompresor ini mempunyai poros yang sama dengan turbin. Jika turbin berputar, kompresor berputar pula menyedot udara luar. Turbin ini digerakkan gas buang dari mesin.

Ini berbeda dengan turbo biasa yang memiliki poros ganda sehingga dibutuhkan putaran turbin yang kuat supaya menghasilkan tekanan gas buang yang tinggi. Pada sistem ini, turbo baru efektif ketika putaran mesin (rpm) tinggi.

Kelemahan inilah yang dipecahkan oleh Toyota melalui teknologi VNT, yakni turbo tetap bekerja efektif ketika rpm rendah. Rahasianya terletak pada sudu-sudu (variable nozzle) yang membuka dan menutup sesuai dengan beban mesin, rpm dan variabel lain.

Saat tekanan gas buang masih lemah pada rpm rendah, sudu-sudu menyempit sehingga gas buang mengalir lebih kuat pada celah yang sempit. Dengan demikian, turbin bekerja efektif dan kompresor bisa bekerja sejak rpm rendah.

Kehadiran Fortuner VNT membuat Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan makin optimistis Toyota mampu tetap memimpin pasar SUV di dalam negeri. Untuk itu, Toyota hanya membanderol harga versi VNT sekitar Rp10 juta lebih mahal dari model sebelumnya.

Menurut General Manager Corporate Planning & PR TAM Widyawati Soedigdo, hingga Juli 2012 Fortuner sudah menguasai 39,4% pangsa pasar SUV domestik dan posisinya diyakini makin kuat dengan kehadiran varian VNT.


Leave a Reply

Your email address will not be published.