Produsen Otomotif Ekspansi Pabrik

Produsen Otomotif Ekspansi Pabrik

Produsen Otomotif Ramai-ramai Ekspansi Pabrik

 

rumahberita.my.id-PT Astra Daihatsu Motor bulan ini sukses merampungkan ekspansi pabriknya di Indonesia hingga Produsen Otomotif ramai ramai Ekspansi Pabrik .

Tambahan kapasitas tersebut bernilai sangat strategis sejalan dengan ambisi perusahaan mendongkrak pangsa pasar mobil di dalam negeri. Daihatsu harus segera ngebut guna mengejar target produksi 430.000 unit.

“Tambahan kapasitas baru ini bisa kami gunakan untuk apa saja baik untuk produksi Xenia maupun Avanza. Termasuk untuk produk low cost and green car [LCGC],” tutur Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman M. Rusdi.

Daihatsu hanyalah satu dari sederet prinsipal otomotif yang telah cukup lama berinvestasi jangka panjang di Indonesia.

PT Honda Prospect Motor (HPM) juga mulai berbenah menuntaskan pembangunan pabrik baru di Indonesia senilai Rp3,1 triliun (sekitar 27 miliar yen/US$329 juta) untuk meningkatkan kapasitas produksi tiga kali lipat menjadi 180.000 unit per tahun.

Pabrik baru HPM yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, tersebut dibangun pada tahun ini dan berlokasi tepat di belakang pabrik yang sudah eksis saat ini.

Adapun, total luas bangunan yang direncanakan sebesar 95.000 m2 dari total lahan 512.500 m2 dan akan menyerap 2.000 – 5.000 tenaga kerja baru dan direncanakan berproduksi komersial pada 2014.

Produsen Otomotif Ekspansi Pabrik

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah mendapat mandat dari Toyota Motor Co merealisasikan perluasan usaha US$534,4 juta (Rp4,81 triliun) untuk menambah kapasitas baru sebesar 120.000 unit per tahun.

Investasi itu rencananya dilakukan dalam dua tahap sehingga total kapasitas terpasang Toyota di Indonesia mencapai 240.000 unit per tahun.

Komitmen serupa juga dilakukan Nissan Motor Co sebesar US$400 juta (Rp3,6 triliun) untuk menambah kapasitas produksi baru 80.000 unit menjadi 250.000 unit per tahun. Dengan investasi itu, Nissan mengumumkan resmi peluncuran ulang produk Datsun di Tanah Air.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang bergerak di segmen kendaraan niaga ikut memperluas usaha senilai US$111,1 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi baru 45.000 unit per tahun.

Pabrikan lain, Mitsubishi, melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors juga merealisasikan investasi sebanyak US$27,8 juta (Rp250 miliar) guna menambah kapasitas baru 12.000 unit menjadi 162.000 unit per tahun.

Sementara Suzuki Motor Co melalui PT Suzuki Indomobil Motor siap berinvestasi US$782,63 juta (Rp7,13 triliun) untuk meningkatkan kapasitas produksi baru sebesar 100.000 unit per tahun.

Dengan tambahan itu, total kapasitas terpasang Suzuki di Indonesia mencapai 200.000 unit per tahun. Investasi tersebut rencananya digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi mesin dan peningkatan jumlah model baru yang mencakup MPV.

Seolah tak ingin ketinggalan, prinsipal otomotif di luar Jepang juga ikut meramaikan bursa investasi otomotif di Tanah Air seperti Tata, General Motors dan Volkswagen (VW).

Tata Motors resmi mengumumkan masuk ke Indonesia pada 11 September. Presiden Direktur PT Tata Motors Indonesia Biswadev Sengupta mengatakan Tata Motors sudah lama ingin berinvestasi di Indonesia sehingga dibutuhkan persiapan yang matang di segala aspek.

Menurutnya, produksi perdana Tata akan dilakukan mulai 2013. Namun, dia menyatakan investasi Tata tak ingin bersaing serta merebut pasar otomotif Jepang karena Tata memiliki pasar yang berbeda. Dia berjanji akan memberitahukan lebih detail rencana investasi tersebut dalam 6-7 bulan mendatang.

VW berencana menambah investasi di Indonesia dengan mendirikan pabrik baru berkapasitas produksi 3.000 unit pada tahun depan menyusul meningkatnya permintaan mobil tersebut.

Andrew Nasuri, CEO PT Garuda Mataram Motor, agen pemegang merek VW di Indonesia, mengatakan pembangunan pabrik perakitan mobil ini akan direalisasikan pada semester II/2013. “Pabrik baru ini rencananya dibangun di Cikampek, Jawa Barat,” katanya.

PT General Motors Indonesia (GMI) diam-diam tampaknya menjadi agen tunggal pemegang merek non-Jepang yang paling siap. GMI mengklaim progres pembangunan pabrik senilai US$150 juta telah mencapai 75%.

Pabrik yang terletak di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, seluas 11 ha, itu rencananya beroperasi pada 2013 dengan kapasitas produksi hingga 40.000 unit per tahun. Di pabrik tersebut, GMI akan fokus memproduksi MPV Chevrolet Spin.

Kementerian Perindustrian mencatat dengan kegiatan perluasan usaha hanya dari prinsipal Jepang, volume kapasitas produksi mobil di Indonesia melonjak 66,67% secara bertahap dari posisi 900.000 unit per tahun menjadi sekitar 1,5 juta unit per tahun pada 2014.

Hilir Bertumbuh

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat yakin investasi besar-besaran di industri otomotif nasional akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Investasi yang terjadi di pabrik perakitan, ujarnya, akan merangsang pertumbuhan investasi pada sektor hilir otomotif seperti komponen dan ban.

Menurut Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, total nilai investasi di industri perakitan biasanya akan sebanding dengan total investasi yang dibukukan pada sektor komponen.

Terhitung hingga semester I/2012, komitmen perluasan usaha di industri perakitan otomotif mencapai US$2,42 miliar. “Sektor hilir otomotif seperti komponen juga akan menambah investasi sebesar itu,” terangnya.

Hingga September 2012, komitmen dan realisasi investasi yang dikucurkan produsen ban nasional saja ditaksir telah mencapai US$2,22 miliar. Kondisi ini menunjukkan kinerja industri ban yang terus menggeliat sejalan dengan bertumbuhnya industri kendaraan bermotor.

Beberapa perusahaan ban tersebut adalah PT Karet Unggul Nusantara, Hankook Tire (Korsel) JK Tyre (India) serta perusahaan patungan antara Pirelli dan PT Astra Otoparts (AOP).

Lalu lintas investasi yang semakin ramai mulai tahun ini tentunya telah menerbitkan asa baru bahwa industri otomotif Tanah Air berpeluang besar menandingi Thailand dan menjadi kekuatan baru dari aspek produksi, pasar domestik dan ekspor. Apakah tujuan tersebut akan tercapai? Semoga saja.


Leave a Reply

Your email address will not be published.