Dihajar Pendekar Cisadane

Dihajar Pendekar Cisadane

Dihajar Pendekar Cisadane, PSLS Terkapar

rumahberita.my.id– Misi PSLS meraup poin di kandang Persita di Stadion Benteng, pupus sudah, Setelah Dihajar Pendekar Cisadane Kamis (14/4). Laskar Pasee tersebut terkapar dihajar Pendekar Cisadane dengan skor 4-1.

Bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-19 karena palang pintu Laskar Pasee Konah Devide Batoh dihadiahi kartu merah, membuat permainan PSLS  timpang.

Sebelum dikeluarkan wasit, Konah menjatuhkan striker Persita, Criastian Carasco Gonzales. Konah merasa gawangnya terancam langsung menarik paksa Gonzales yang melakukan counter attack, sehingga terjatuh di luar kotak terlarang.

Carasco yang mengambil tendangan bebas mampu memecundangi penjaga gawang Ali. Bola meluncur ke sisi kiri dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk tuan rumah di menit ke-23.

Gol tersebut melambungkan moral mantan kesebelasan yang menjadi langganan finalis Super Liga Indonesia (SLI). Namun, skuad besutan Imran Juned dimotori Carlos Raul Sciucatti alias Charliey, berpasangan dengan Anton Irawan, kerap menebar ancaman.

Charliey yang bermain apik, bekerja sama dengan Afrizal Abbas yang beroperasi dari sisi kanan lapangan, nyaris menjadi menyamakan kedudukan. Tendangan keras pemain asal Argentina itu masih melebar jauh di atas mistar.

Giliran tandemnya Carasco di lini depan, Agussalim, juga mampu melepaskan tendangan dari ruang sempit. Namun, sepakannya melebar di sisi kiri kiper Ali.

Lagi-lagi pemain muda ini kembali menebar teror lawak tandukkan dan tendangan mautnya. Sayang belum berbuah gol, dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi PSLS.

Melihat timnya terus ditekan, memaksa arsitek Imran menggantikan Anton Irawan dan memasukkan Masdar Aspiran di menit ke-36. Masuknya pemain bertahan itu terbilang cukup ampuh karena memperbaiki secara totalitas serangkaian penampilan PSLS.

Lewat kejelian gelandang bertahan asal Kamerun, Kaube Salomon, yang melihat Raul berdiri bebas tak terkawal. mampu menghasilkan peluang emas berbahaya di kotak penalti.

Akan tetapi, Ari Rianto Iqbal yang salah mengantisipasi umpan Raul, menjadikan segalanya sirna di depan mata. Papas skor tetap tidak berubah, 1-0 milik Persita.

Kelengahan tim tamu dimanfaatkan betul anak-anak Persita, melalui headding menyambut umpan Maman. Luis Edmundo mampu mencerca si kulit bundar ke pojok kanan atas kiper Ali. Kedudukan berubah 2-0 di menit ke-45 hingga peluit babak pertama ditiup.

Di babak kedua, Carasco yang menemukan harinya kembali menaklukkan kiper Ali lewat sundulan manis tak terkawal pemain bawah mengubah skor menjadi 3-0 di menit ke-51.

Tertinggal telak tiga gol membuat Imran Juned, memasukkan amunisi barunya Zulkarnein menggantikan Nurcholis Majid yang tampak kelelahan.

Masuknya pemain kidal ini cukup merepotkan barisan pertahanan tuan rumah. Petaka itu datang dengan diganjarnya Zulkarnein di luar kotak penalti. Raul yang menjadi algojo menuntaskan tugasnya dengan baik.

Bola yang ditendang Raul meluncur keras ke pojok kanan gawang dikawal Tema Mursadad dan mengubah skor menjadi 3-1 masih keunggulan Persita di menit ke-58

. Gol balasan tersebut menjadikan laga pertandingan seru, karena Laskar Pasee yang kekurangan personil mampu mengambil alih serangan. Berkali-kali usaha yang dilakukan Raul, memanfaatkan operan matang Afrizal acap kali memorak-porandakan benteng pertahanan tuan rumah.

Bahkan, nyaris memperkecil jarak ketertinggalan gol, seandainya eksekusi bola mati Zulkarnein dari jarak dua belas ke arah tiang jauh, tak bisa diantisipasi Tema.

Sebaliknya, gelandang-gelandang energik tuan rumah lewat kaki Riski tak henti-hentinya melepaskan tembakan, yang diantisipasi dengan baik oleh Ali. Begitu pula pergerakan dan akurasi tendangan yang dihentakkan bertubi-tubi dari segala sisi, termentahkan semuanya.

Pada menit ke-87 Carassco mencetak trigol-nya, lewat tembakan keras memanfaatkan umpan Maman. Gol tersebut menjadi yang ke 15 dilesakkan bomber berusia 32 tahun itu selama Divisi Utama berlangsung, sekaligus menutup pertandingan di babak kedua.

Imran Juned mengaku tak menyangka tim besutannya bisa terpuruk dengan hujan gol dari Persita. Namun, ia tak menyalahkan anak asuhnya, sebab semenjak menit ke-19 Konah diganjar kartu merah.

“Saya menilai keputusan wasit terlalu berlebihan. Baru sekali Konah terlibat pelanggaran, sudah diberikan kartu merah. Dengan posisi pemain pincang, tuan rumah merajalela mengancam pertahanan PSLS. Dan, di sinilah petaka kekalahan itu terjadi,” katanya memberi alasan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.