PSLS Menyerah Sama Persipasi

PSLS Menyerah Sama Persipasi

PSLS Menyerah Sama Persipasi

rumahberita.my.id– PSLS Menyerah Sama Persipasi menutup laga away leg kedua Divisi Utama Liga Indonesia berakhir dengan derita setelah dikalahkan Persipasi Bekasi 0-1 di Stadion Patriot, Jakarta, Senin (18/4).

Peristiwa buruk ketika menghadapi Persita Tangerang beberapa waktu lalu seakan tak kunjung hilang dari Laskar Pasee. Buktinya, semenjak menit ke-44, PSLS harus pincang bermain dengan 10 orang karena Muhammad diganjar kartu merah.

Alhasil kapten Persipasi, Mardiansyah langsung menaklukkan penjaga gawang Muhammad Ali untuk kemenangan tuan rumah. Namun, gol Mardiansyah berbau kontroversi karena diciptakan di menit ke-96, melebihi waktu normal pertandingan.

Hal ini dinilai sangat realistis karena yang bertindak sebagai sang pengadil lapangan pertandingan juga berasal dari Jakarta, yaitu Eri Santoso.

Kartu merah yang diberikan wasit terhadap Muhammad karena memprotes keputusan berat. Buntutnya, tim Kota Petro Dolar harus gigit jari. Sebab, tak sanggup melawan 12 pemain tuan rumah yang mana di bawah skenario kepemimpinan wasit yang buruk.

“Wajar sekali kami kalah. Wasitnya orang Jakarta, jelas-jelas memihak. Beginilah kekonyolan yang kerap kami alami bermain sebagai tim debutan di kancah Divisi Utama.”

“Mulai dikartumerahkannya seorang pemain hingga gol-gol kontroversi. Selayaknya kasus di Stadion Patriot kali ini menjadi catatan kelam sepak bola Indonesia,” kecam Imran Juned, pelatih PSLS.

Menurut Imran, jika melihat protes yang dilancarkan defender Muhammad, yang membiarkan Ervin diganjar lawan tanpa dikenakan kartu, sesuatu yang sangat janggal.

Apalagi, sampai-sampai mengeluarkan kartu merah kepada pemain, tanpa memberikan teguran atau melayangkan kartu kuning terlebih dahulu.

Kejadian di penghujung babak pertama itu langsung membawa duka bagi anak asuhnya. Parahnya lagi, begitu dihadiahkan kartu merah yang nyaris kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol, ternyata malah diatur untuk melebihkan waktu normal oleh Eri Santoso.

“Sepanjang karier saya melatih, baru lawatan menghadapi empat raksasa Pulau Jawa benar-benar dikerjain habis-habisan. Inilah pengalaman terburuk kami semua di sini,” ketusnya.

Pada kick-off babak pertama kedua tim memperlihatkan permainan monoton. Saling memperlihatkan sistem penguasaan bola di tengah. Beberapa kali tekanan yang diberikan tuan rumah melalui pergerakan duet maut Serge dan Mansyur.

Sebaliknya, Carlos Raul Sciucatti dan kawan-kawan yang juga ingin merebut bola. Namun, mereka terkesan termakan gaya permainan tuan rumah.

Penetrasi Afrizal Abbas kepada Raul memanfaatkan kerja sama apik dengan Zulkarnein masih belum mampu membuahkan gol. Sampai-sampai petaka kartu merah tiba dan peluit panjang dibunyikan wasit pertanda babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, dengan memaksimalkan kelebihan pemain, pelatih Persipasi Warta Kusuma, memasukkan dua striker spesialis penggantinya, yaitu Arie Priyatna dan Arif Gunawan menggantikan posisi duet Serge dan Mansyur.

Masuknya kedua pemain pengganti ini cukup mumpuni dengan bervariasinya serangan. Tapi, bukan PSLS namanya kalau tidak mampu mencetak peluang.

Lewat kecerdikan Zulkarnein yang berhasil mengecoh barisan bawah Persipasi di bawah komando Morris, nyaris membuahkan gol tatkala sepakan Raul melambung di atas mistar.

Hingga akhirnya gol semata wayang dilesakkan Mardiansyah tiba di menit ke-96, sekaligus menutup laga lewat peluit Eri Santoso. Kedudukan 1-0 untuk Laskar Patriot


Leave a Reply

Your email address will not be published.