Persiraja Raih Tiket Delapan Besar

Persiraja Raih Tiket Delapan Besar

Persiraja Raih Tiket Delapan Besar

 

Pemain PS Bengkulu menarik baju Kapten Persiraja Banda Aceh Abdul Musyawir dalam laga lanjutan Divisi Liga Indonesia di Stadion H Setelah Persiraja Raih Tiket Delapan Besar , Dimurthala Banda Aceh, Senin (25/4).(Harian Aceh/Junaidi Hanafiah)

rumahberita.my.id– Persiraja akhirnya menutup kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I dengan meyakinkan setelah menekuk PS Bengkulu 3-0 di Stadion H Dimoerthala, Banda Aceh, Senin (25/4).

Dengan kemenangan ini, Persiraja dipastikan lolos ke babak delapan besar. Tiga gol kemenangan Lantak Laju, julukan Persiraja, diciptakan Nanda Lubis pada menit ke-27 dan 42 dan Irwanto di menit ke-67.

Sejak peluit kick off melengking dari wasit Ferdinand Duha, Andrea dkk tak henti-hentinya meneror gawang PS Bengkulu dikawal Ardana. Hasilnya, wasit menghadiahkan penalti bagi Persiraja di menit ke-4. Namun, hadiah tersebut gagal dimanfaatkan Abdul Musawir.

Namun, pada menit ke-27 sebuah sundulan Nanda Lubis membuat Ardana harus memungut si kulit bundar dari jaring gawangnya. Gol perdana ini tercipta setelah Nanda sukses memaksimalkan umpan manis Eric Saputra dari rusuk kiri gawang PS Bengkulu.

Kedua kubu terlibat berjibaku di lapangan hijau. Kali ini, serangan Persiraja masih terpusat dari sisi pinggir lapangan. Andrea dan Mukhlis Nakata menjadi motor penggerakan setiap serangan.

Pada menit ke-30 tercatat sebuah sundulan Nanda Lubis mengancam gawang Tobo Kito julukan PS Bengkulu. Namun angka tidak berubah, masih 1-0 untuk Persiraja.

Tertinggal 1-0, permainan PS Bengkulu yang terlihat lebih bertahan ketimbang menyerang. Untuk menghindari lebih banyak kebobolan, pelatih PS Bengkulu Narul Koto menginstruksikan anak asuhannya berkonsentrasi di lini bawah.

Pun demikian, penepatan Imam Faisal, satu-satunya penyerang, melalui aksi individunya sering kali mengancam Irwanto di barisan pertahanan Persiraja.

Tercatat, tiga kali lewat aksi individu Imam Faisal nyaris menyamakan kedudukan. Namun, akibat terlalu buru-buru, sejumlah tendangan Imam tidak mengarah ke ke gawang Yudha Andika, kiper Persiraja.

Memasuki menit ke-40, sebuah serangan dibangun anak asuh Herry Kiswanto lewat Andrea dari sebelah kanan lapangan. Bola disodorkan ke kaki kapten tim Abdul Musawir.

Sebuah sodoran jarak dekat sang kapten, mendekati Nanda. Saat itu, striker Persiraja dengan sepakan kerasnya melahirkan gol kedua bagi Persiraja. Marka berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, permainan cenderung lamban. Pemain PS Bengkulu banyak diplot di barisan pertahanan. Kondisi ini terlihat permainan antara kedua kubu tidak seimbang.

Kubu Persiraja tidak henti-henti membombardir pertahanan PS Bengkulu. Malapetaka menghampiri PS Bengkulu pada menit ke-67 ketika seorang pemain bawah Taufiq Siregar memegang bola di kotak terlarang.

Wasit yang melihat itu, langsung menunjukkan titik putih penalti untuk tim tuan rumah. Irwanto yang bertindak sebagai eksekutor, sukses memperdayai kiper Ardana.

Tendangan penalti Irwanto lolos dari jangkauan kiper PS Bengkulu. Skor 3-0 untuk Persiraja. Gol Irwanto ini menjadi penutup sekaligus bagi pertandingan akhir Persiraja.

Tuan Rumah

Sementara pada babak turun minum, para suporter Persiraja membentang spanduk meminta Banda Aceh menjadi tuan rumah babak delapan besar.

Spanduk diusung suporter bertuliskan di atas kain dasar putih membuat kata-kata bahwa mereka kecewa jika Banda Aceh tidak menjadi tuan rumah delapan besar.


Leave a Reply

Your email address will not be published.