Petinju Daerah Kecewa

Petinju Daerah Kecewa

Petinju Daerah Kecewa

rumahberita.my.id – Kejuaraan Petinju Daerah Kecewa daerah dan juga ajang prakualifikasi PON yang dilaksanakan Pengprov Pertina Aceh di Banda Aceh menyisakan kekecewaan bagi petinju daerah.

Pasalnya, kejuaraan itu diduga sengaja diadakan dadakan, sehingga banyak pengurus cabang tinju tak dapat mengirim atletnya karena surat pemanggilan dan pemberitahuan kejuaraan dilayangkan lima hari sebelum pertandingan.

“Tidak hanya saya, sejumlah kabupaten/kota lain mungkin merasa kecewa juga karena terlambat menerima surat panggilan dari Pengprov Pertina Aceh,” kata Jhoniful Bahri, pelatih tinju Bireuen, Sabtu (4/6).

Meski demikian kata, Jhoni, petinju Bireuen yang mengirim lima petinjunya. Namun begitu, petinju yang dikirim tidak dipersiapkan secara matang karena singkatnya surat pemberitahuan.

Walau kami tidak ada persiapan, namun seorang petinju bisa masuk partai final. Di final, petinju Bireuen akhirnya kalah juga, tanda dia.

“Itu bukan sebuah persoalan. Kalah menang hal biasa dalam dunia olahraga. Namun, anehnya saat dilakukan timbangan badan petinju sebelum berlaga terjadi kejanggalan dan mengabaikan peraturan tinju,” ketus dia.

“Dimana seorang petinju yang bertanding tak sesuai berat badannya, tetapi diperkenankan berlaga. Contohnya, seorang petinju yang turun di kelas 49 kg, namun berat badannya mencapai 50 kg lebih. Sedangkan lawannya berbobot 49 kg,” ujarnya.

Kekecewaan lain bagi tim daerah, tambah dia, panitia pelaksana kejurda membebankan dana akomodasi serta uang transportasi kepada daerah, sehingga banyak petinju tidak bisa ikut kejuaraan.

Ketua Pertina Aceh Musri Idris saat dikonfirmasi Harian Aceh di arena kejuaraan tinju tersebut, Jumat (3/6) malam, berdalih pengiriman surat pemberitahuan tidak terlambat. Pihaknya jauh hari telah memberitahukan ke daerah perihal kejuaraan tersebut.

Saat ditanyakan tentang semua dana dibebankan bagi daerah yang mengikuti kejuaraan tersebut, ia beralasan Pertina Aceh tidak punya uang.

Sementara itu, peserta yang ikut seleksi juga minim dan hanya 26 petinju dari sembilan dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Termasuk Banda Aceh, tidak mengirim petinjunya.

Lolos

Lima petinju Aceh Besar mendominasi kejuaraan tinju tersebut. Petinju Aceh Besar yang meraih juara, yakni Saladin Algayuibi di kelas layang 49 kg menang RSC di ronde satu atas Ade Hendra Saputra (Aceh Selatan).

Di kelas terbang 52 kg, Mulyo menang angka 6-2 atas Faisal (Bireuen). Di kelas bulu 57 kg, Andika Wijaya menang angka 6-1 atas Edi Wibawa (Bireuen).

Kemudian, di kelas welter 69 kg, Taufik Ismail menang angka 4-2 atas Neil Amstrong (Pidie) dan di kelas berat ringan 81 kg, Suryadi menang KO pada ronde pertama atas Mustafa (Lhokseumawe).

Sedangkan dua kelas lagi direbut petinju Pidie dan Bireuen, masing-masing di kelas ringan 60 kg atas nama Sulaiman (Pidie) menang angka 5-4 atas Chandra (Pidie Jaya).

Dan di kelas berat 91 kg, Dodi Setiawan (Bireuen) menang RSC ronde I atas Afrizal (Lhokseumawe).

Ketua Pengprov Pertina Aceh Musri Idris, mengatakan para juara ini akan mewakili Aceh dalam kejurnas Pra PON yang akan digelar di NTB 25 September hingga 5 Oktober mendatang, di Papua 20-30 Oktober 2011 dan di Padang pada 1-9 Desember 2011.

Setelah mengikuti kejuaraan, para juara ini akan dikembalikan ke daerah asal untuk dibina di Pengcab masing-masing sebelum dipanggil masuk pelatda yang dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, mulai 23 Juli 2011.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exit mobile version