Tengok Budaya Toraja Saat

Tengok Budaya Toraja Saat

Tengok Budaya Toraja Saat

rumahberita.my.id– Datang ke Toraja saat acara Lovely December, menawarkan Tengok Budaya Toraja Saat atmosfir berbeda. Pasalnya selain menyaksikan pameran kerajinan tangan, kuliner khas, lettoan, dan pemilihan Dodo’ sola Pandin, juga bisa melihat aneka budayanya seperti tari tradisional dan upacara adat setempat.

Toraja Lovely December (TLD) sudah dua kali digelar di Kabupaten Toraja Utara (Torut), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Tahun 2008, puncak acara TLD berlangsung di Lapangan Kodim, Rantepao dan tahun 2009 puncak acaranya bertempat di desa wisata tongkonan Ke’te Kesu’ yang sudah tersohor.

Puncak TLD digelar setiap 26 Desember. Sebelumnya bermacam kegiatan budaya, pameran, dan bermacam lomba juga digelar untuk meramaikan TLD yang berlangsung selama sebulan.

Bahkan acara rambu solo’ (upacara adat kematian/dukacita) atau rambu tuka’ (upacara adat syukuran/sukacita) juga digelar dengan memotong puluhan ekor babi dan kerbau, termasuk kerbau belang (tedong bonga) yang berharga puluhan juta rupiah untuk dimasak lalu disantap bersama keluarga, kerabat, tetangga, dan tamu undangan.

Acara puncak TLD 2009 lalu diawali dengan parade arak-arakan atau lettoan yang diikuti oleh seluruh kecamatan di Kab. Torut. Dilanjutkan dengan berbagai suguhan aneka tarian dan pembacaan Ikrar Sapta Pesona Toraja oleh berbagai elemen masyarakat Toraja.

Masyarakat setempat, termasuk orang Toraja yang sengaja pulang kampung untuk merayakan natal dan tahun baru, berbondong-bondong menyaksikan puncak TLD ini. Sejumah wisatawan asing juga terlihat. Mereka mengabadikan acara budaya yang disuguhkan dengan kameranya. Ini membuktikan bahwa budaya Toraja masih menjadi daya tarik kuat bagi turis asing untuk berwisata ke Toraja.

Selain memiliki upacara adat yang khas, cara penguburan serta rumah tradisional yang unik, budaya Toraja juga diperkaya dengan sejumlah tarian tradisionalnya.Ada beberapa tari (gellu’-gellu’) yang dipadukan dengan musik (passuling-suling) sehingga menjadi tarian yang diringi lagu dan musik (gellu’-gellu’ didulingi) khas Toraja yang biasa dipersembahkan sesuai upacara adat.

Untuk upacara Rambu Tuka’ dengan tujuan sebagai pemujaan dan penyembahan, biasanya yang disuguhkan adalah Tari Ma’bugi, Manimbong, Ma’ Dandan, Tari Ma’ Bassen-bassen, dan lainnya.

Ma’bugi merupakan tarian tradisional yang dilakukan oleh kaum Ibu. Sedangkan  Manimbong, tarian yang  dibawakan para laki-laki dengan mengenakan pakaian khusus pria (Bayu Pokko’) dan selempang kain tua (Mawa’), serta hiasan kepala yang terbuat dari bulu burung bawan atau bulu ayam. Sang penarinya membawa parang kuno (la’bo’ pinai) dan tameng bundar kecil yang bermotif ukiran Toraja. Gerakan penari Ma’bugi dan Manimbong diiringi dengan syair lagu khusus.

Sedangkan untuk upacara Rambu Solo’ dengan tujuan mengenang yang meninggal berisi doa, biasanya tari yang ditampilkan antara lain Tari Pa’ Badong dan Tari Ma’ Katia.

Selain seni tari, Toraja juga memliki seni dekorasi (Pa’ Belo-belo), pahat (Pa’ Paa’), anyam (Panganan), tenun (Pa’ Tannun), tempa (Pa’ Tampa), bangunan (Manarangngi), dan seni ukir (Passura’) yang khas.

Semua itu, bisa dilihat saat penyelanggaraan Lovely December. Bahkan, sejumlah kerajinan tangannya seperti anyam-anyaman, ukiran, pajangan, tenunan, serta kopi khas Toraja dapat dibeli sebagai oleh-oleh usai menikmati sajian aneka budayanya.

Panduan ke Toraja

Jarak Makassar ke Toraja 300 Km lebih. Via darat bisa naik bis umum dari Terminal Daya, Makassar atau sewa mobil travel berikut sopirnya. Waktu tempuhnya lebih cepat sekitar 8-9 jam. Via udara setelah mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar, kemudian melanjutkan ke Bandara Pongtiku, dilayani oleh maskapai Dirgantara Air Service (DAS) yang mengoperasikan pesawat jenis Casa 212 dengan kapasitas 24 orang.

Ada beberapa pilihan akomodasi di Toraja, antara lain Sahid Toraja Hotel

Toraja Heritage, Toraja Prince, Hotel Indra I, Hotal Indra II, Wisma Bungin, dan Penginapan Makale.

Rumah makan juga sudah banyak, namun bagi muslim perlu waspada karena banyak restoran atau kedai yang menyajikan menu babi. Tapi tak perlu kuatir, ada beberapa rumah makan yang dikelola muslim dan menyajikan aneka menu halal seperti nasi goreng, capcay, masakan Jawa, Padang, dan lainnya.  Salah satu resto bermenu halal yakni Rumah Makan Hj. Idaman di Jalan Merdeka, Makale, tepatnya di sebelah Masjid Raya Makale yang berarsitektur tua.

Cendera mata khas Toraja yang dapat dibeli untuk oleh-oleh antara lain bermacam kaos bertuliskan Toraja, aneka aksesoris, ukiran, dan kopi Toraja di Pasar Bolu,  Ke’te Kesu’, dan sejumlah konter di hotel.

Waktu terbaik ke Toraja, saat penyelenggaraan acara Lovely December yang digelar Pemkab Torut dan Pemprof Sulsel pada November s/d Desember, dengan puncak acara pada 26 Desember. Keuntungannya, mendapat diskon inap 50 % di hotel-hotel setempat selama acara berlangsung.


Leave a Reply

Your email address will not be published.