Ekowisata di Pesisir Jakarta

Ekowisata di Pesisir Jakarta

Ekowisata di Pesisir Jakarta

rumahberita.my.id-Kemana Anda mencari ruang terbuka hijau untuk sekedar menghilangkan Ekowisata di Pesisir Jakarta kepenatan dari kehidupan kota. Tentunya yang jadi bayangan Anda adalah Puncak, Bandung dan kota-kota lainnya yang jauh dari Ibukota. Kota dan tempat nan jauh itu tentunya akan memakan biaya dan waktu cukup banyak. Lupakan dulu kawasan pegunungan itu, coba Anda melangkah ke arah pesisir Jakarta.

Masih ada destinasi hijau menarik di tengah rimbunnya hutan beton dan polusi udara yang menyesakkan dada, lengkap dengan kehidupan satwa di dalamnya. Kicauan burung, kawanan monyet, berang-berang maupun musang, dan ikan glodok (kecebong) dengan mudah kita jumpai. Menurut beberapa peneliti, ikan glodok merupakan peralihan antara dunia ikan ke dunia amfibi.

Bagi pecinta lingkungan dan ekowisata, tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Cagar Alam atau Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) merupakan kawasan hutan bakau yang tersisa di Jakarta. Bagi orang awam, tempat ini sangat dekat dan tepat untuk melarikan diri dari rutinitas kehidupan Ibukota yang bising.

Semenjak ditetapkan sebagai Cagar Alam oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1939, kawasan ini sebenarnya cukup luas, sebelum PIK (Pantai Indah Kapuk) memanfaatkan kawasan hutan seluas 827,18 hektar. Kemudian dikembangkan menjadi pemukiman mewah lewat kesepakatan ruislag (tukar guling) antara pengembang (PT Mandara Permai) dengan Departemen Kehutanan pada Juli 1994.

Demi menyelamatkan wilayah konservasi yang tinggal sedikit ini, kawasan dikelola oleh sebuah komunitas independen yang menamakan diri Jakarta Green Monster (JGM), atau Komunitas Relawan Lahan Basah Jakarta. Mereka membuat paket wisata edukasi sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya kelestarian alam.

Wisata yang ditawarkan adalah Birdwatching (pengamatan burung) dan pendidikan pelestarian lingkungan. Tidak banyak peminat untuk wisata ini, biasanya hanya kaum pelajar dan peneliti. .

Ada tiga paket wisata yang ditawarkan oleh komunitas JGM, pertama One Day Trip Muara Angke dengan kegiatan Birdwatching dan penjelajahan Suaka Margasatwa, Hutan Lindung dan Hutan Wisata Muara Angke. Paket ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Kedua, One Trip Muara Angke-Pulau Rambut, kegiatannya sama, hanya saja area diperluas menyebrang ke Pulau Rambut yang masih dalam kawasan konservasi. Dan paket ketiga, Two Day Trip Muara Angke-Pulau Rambut. Untuk paket ini kita akan bermalam di pulau Untung Jawa sambil menikmati indahnya lampu kota Jakarta dari kejauhan.

Jika tertarik, silahkan datang dan ajak serta teman maupun keluarga, paket perjalanan ke Pulau Rambut peserta harus mencapai kuota sepuluh orang. “Donasi dipatok antara Rp 100.000 sampai Rp.200.000, per-orang, sudah termasuk makan malam di pulau Untung Jawa dengan menu ikan bakar,” kata Ady, koordinator riset dan monitoring JGM melalui telepon.

Kemudian ada paket tambahan Wisata Beranda Jakarta dengan kegiatan menyusuri Kali Angke hingga halaman depan Jakarta. Banyak hal menarik sepanjang penyusuran, donasi yang ditetapkan; dewasa Rp. 50.000 dan anak-anak (7-13tahun) Rp. 35.000 per-orang, peserta minimal harus ada empat orang

Lahan basah atau daerah basah, seperti sungai, danau atau situ, empang, maupun hutan bakau memang bukan daerah yang disenangi masyarakat Jakarta saat ini, dibandingkan dengan pusat perbelanjaan atau tempat rekreasi yang banyak menampilkan hiburan.

Jika tidak ingin bencana jebolnya Objek Wisata Situ Gintung terulang lagi, jadilah bagian dari upaya pelestarian lingkungan dengan berwisata di SMMA, dan sebarkan informasinya kepada keluarga, teman, dan handai taulan. Siapkan diri anda berbasah-basah di pesisir Jakarta.

Syarat & Kondisi Ekowisata ala Jakarta Green Monster (JGM)

JGM, kepanjangan Jakarta Green Monster. Mereka menyebut dirinya Komunitas Relawan Lahan Basah, orang-orang yang peduli dengan kawasan pesisir utara Jakarta, khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR).

Komunitas ini tidak mengejar keuntungan materi, melainkan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kawasan pesisir, terlebih di kota Jakarta yang hampir seluruh wilayahnya dilapisi beton. Untuk menggapai misinya itu, JGM membuka paket wisata pendidikan lingkungan bagi seluruh warga Jakarta. Namun sebelum Anda berniat mendaftarkan diri, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut.

Persyaratan.

  • Berusia minimal 6 tahun
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Mendaftarkan diri setidaknya 1 minggu sebelumnya
  • minimal 10 orang, maksimal 20 orang, dalam aktifitas akan dipecah dalam beberapa kelompok
  • Menyiapkan biaya yang terdiri dari; Angkot dari meeting poin ke Suaka Margasatwa Muara Angke, Sewa kapal ke pulau Untung Jawa dan pulau Rambut, biaya konsumsi dll.

Barang bawaan yang disarankan.

Paket wisata JGM, di bagi dua

1. Untuk One Day Trip; baju ganti 1 stel, peralatan mandi dan obat-obatan pribadi, sepatu kets atau trekking, topi, air minum (setidaknya 1 ltr), alat tulis dan buku catatan, kacamata hitam

2. Untuk Two Days Trip; menambah perlengkapan tidur (tenda/sleeping bag) dan baju ganti 2 stel.

Kondisi umum lokasi dan aktifitas, sebagai bahan pertimbangan ;

  • Gunakan kemasan yang bisa di-reffil, misalnya botol minuman atau bungkus makanan, karena kita tidak akan mengotori lokasi, dan sampah akan dibawa pulang kembali oleh peserta
  • Banyak nyamuk, anti nyamuk akan luntur karena sering berbasah-basah. Disarankan untuk minum obat anti malaria minimal 3 hari atau 1 minggu sebelum aktifitas..
  • Berhati-hati dan selalu mengikuti instruksi yang diberikan oleh pemandu, karena pihak JGM selalu meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan.
  • Pakaian yang digunakan adalah yang mudah kering dan berlengan panjang, disarankan tidak menggunakan pakaian yang berbahan jins.
  • Membawa kamera atau peralatan dokumentasi, banyak moment yang terkadang tidak bisa diulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Exit mobile version